Video Pelantikan DPRD NTT

 

 

ANAK SEKOLAH TERKENA DAMPAK KONFLIK BESIPA’E DAN PUBABU

Aliansi Solidaritas Besipa’e dibawah pimpinan koordinator umum, Fadly Anetong Bersama masyarakat di lima Desa antaranya Desa Meo, Enonete, Oe Ekam, Kolo dan Linamnutu mendatangi Gedung DPRD Provinsi NTT guna beraudiens terkait nasib dari anak-anak sekolah mereka  yang terkena dampak akibat konflik di Besipa’e beberapa waktu lalu. Aliansi ini diterima Wakil Ketua Komisi I, Ana Waha Kolin, SH didampingi Sekertaris Komisi I, Hironimus T. Banafanu, S.Ip., M.Hum, Simon Guide Seran, Johan E. Oematan, SH., M.Si,Yohanes Rumat, SE dan Wakil Ketua Komisi III, Leonardus Lelo, S.Ip., M.Si di Ruang Rapat Komisi I DPRD Provinsi NTT, Selasa (01/11/22).

Fadly Anetong selaku Koordinator Umum yang mengawali pembicaraannya mengatakan, akibat dari konflik lahan di Besipa’e, terdapat 91 jiwa yang terkena dampak konflik tersebut diantaranya 25 siswa yang terdiri dari 8 siswa SD, 16 siswa SMP dan 1 siswa SMA yang menurut pengakuan mereka, dilarang oleh guru untuk tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar akibat dari kasus tersebut. Fadly berharap ada perhatian serius dari pemerintah provinsi dan DPRD Provinsi NTT terkait hal tersebut.

Wakil Ketua Komisi I, Ana Waha Kolin dalam menanggapi persoalan yang disampaikan itu mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten dan Dinas Pendidikan Provinsi agar segera mencari jalan keluar terkait permasalahan tersebut tentunya dengan data dan bukti yang jelas dari masyarakat yang anaknya di tolak di sekolah tersebut.

“ Penting adanya Komunikasi dan kolaborasi Dinas Pendidikan kabupaten dan Dinas Pendidikan Provinsi untuk melihat persoalan kemanusiaan ini menjadi persoalan yang utama”tandasnya. Karena menurut Ana, biar bagaimanapun dan alasan apapun, anak-anak tidak boleh menjadi korban.***oken

 

Additional information